GRESIK KEBOMAS – Sejumlah elemen menyayangkan
Pemkab Gresik jika dalam pembangunan Stadion Gunung Lengis harus
membongkar monumen sejarah yang berdiri di lokasi tersebut. Diantaranya
Mataseger, kelompok pemerhati budaya dan sejarah di Gresik.
Menurut Krisaji, Ketua Mataseger, monumen dan prasasti perjuangan
dalam mempertahankan Kota Gresik saat Agresi Belanda pada tahun 1945
harus dilestarikan dan dirawat.
“Monumen dan prasasi harus tetap ada, kalaupun direvisi kami ingin
patung yang terbuat dari perunggu. Juga lebih memperhatikan foto yang
berhasil kita dapatkan dari hasil berburu di perpustakaan, bukan sekedar
membangun patung, “ jelasnya di aula Gedung Dinas Pekerjaan Umum saat
jumpa pers, Rabu (27/11)
Lebih lanjut dikatakan Krisaji, Pemkab Gresik dapat menambah ornamen
untuk mengabadikankepahlawanan para pejuang. Diantaranya dipajang patung
sejumlah pahlawan yang berasal dari Gresik. Misalnya Kapten Dulasim,
Usman Sadar, Harun Tohir, Kapten Darmosugondo dan yang lain.
“Pokoknya kami berupaya agar monumen tersebut bisa bercerita kepada
anak cucu kita, dan mendekati kejadian yang sebenarnya, ” pungkasnya.
(ali/vet)

